IRT Eks-Corporate Upgrade Skill Nge-Doodle dengan Canva

Sejak dulu, segala hal tentang doodle selalu berhasil menarik perhatian saya. Selain bentuknya yang lucu, rasanya selalu ada sparks happiness setiap kali mengamati guratan-guratan gambarnya. Bagi saya, doodle itu unik. Tidak harus serapih lukisan atau seindah karya seni rupa, justru dari garis yang tidak selalu simetris dan bentuk yang sederhana itulah muncul daya tarik tersendiri yang bikin hati senang.

Lama saya membatin: di mana ya kira-kira bisa belajar tentang doodle? Apalagi saya bukan pemilik jari berbakat ala seniman, yang sekali menggores pena langsung tercipta bentuk-bentuk artistik.

Saking “tidak bisa gambarnya”, pernah suatu waktu anak saya minta didampingi belajar matematika. Ada soal cerita tentang ayam yang bertelur. Niat saya ingin membantu dengan membuat ilustrasi ayam dan telurnya biar dia jadi lebih paham, eh malah dia komentar, “Bun, ini ayam kok mirip kadal sih?” Saya kaget sekaligus geli, anakku kok jujur banget ya! Nah, dari situ udah jelas ketahuan kalau bundanya memang nol besar soal gambar-menggambar.

Akhirnya Ketemu Komunitas Nganva

Meski kemampuan gambar saya bisa dibilang pas-pasan, rasa suka dan ketertarikan pada seni doodle nggak pernah luntur. Sampai suatu hari, saya melihat postingan teman sesama penulis blog, Mbak Annie, di media sosial Threads.

Dia membagikan informasi tentang kelas online Nge-Doodle dengan Canva. Rasanya seperti bak gayung bersambut! Tanpa menunggu lama, saya langsung  buka tautannya, membayar biaya pendaftaran, mengisi formular, dan nggak lupa langsung mengikuti akun instagram @komunitasnganva.

Ternyata Komunitas Nganva ini punya banyak sekali pilihan kelas menarik. Selain Kelas Nge-Doodle ada juga kelas Membuat e-Novel dengan Canva, Workshop Design Layout Zine, Kelas Private E-Book dan masih banyak lagi materi kelas lainnya.

Pilihan yang sangat pas buat para perempuan khususnya IRT yang memang suka belajar hal baru.

Nge-Doodle dengan Canva Pengalaman Belajar Seru

Kelas Nge-Doodle dengan Canva ini akhirnya terlaksana pada hari Minggu, 21 Juni 2026 lalu. Kelas ini dimentori langsung oleh Tanti Amelia, seorang ilustrator berpengalaman dengan karya-karya yang keren banget. Dan dimoderatori oleh Mbak Tuty Queen selaku pendiri Komunitas Nganva.

Kegiatan berlangsung dari pukul 10.00 sampai 12.15 siang, bahkan molor 15 menit karena sesi tanya jawab di akhir berjalan sangat seru dan antusias. Sebagai IRT, tentu persiapan utama saya adalah mesti menyelesaikan semua pekerjaan rumah dari pagi hari supaya bisa duduk tenang dan menyimak materi tanpa terganggu.

Materi yang dibawakan sangat runtut dan mudah dipahami, mulai dari:

  • Memahami apa itu Doodle dan karakteristiknya
  • Mengenali dan mempraktikkan fitur Draw di Canva
  • Latihan membuat bentuk-bentuk dasar doodle yang sederhana
  • Teknik mengedit foto biasa menjadi bergaya doodle
  • Langkah demi langkah membuat set stiker sendiri
  • Dan Gong-nya,  kami mendapatkan bonus materi yang sangat berharga!

Bonus yang diberikan antara lain Panduan Mencari Ide Pembuatan Stiker karya Mbak Tanti Amelia, serta buku panduan 50 Kode Elemen Doodle di Canva karya Mbak Tuty Queen.

Hari itu kami diajak langsung praktik. Mulai dari belajar dasar nge-doodle dari aplikasi Canva, merangkai bentuk-bentuk sederhana sesuai  gaya masing-masing, menyatukannya jadi satu desain utuh, hingga cara menyimpannya dengan format yang tepat.

Lucunya, ternyata bukan saya saja yang tertarik dengan kelas itu. Anak saya yang duduk di kelas 11 juga ikut nimbrung bareng. Dia bilang materinya asik dan malah jadi ikut serius nge-doodle bareng saya.

Rasanya senang sekali bisa berbagi kegiatan seru seperti ini sama anak.

Ada satu kalimat dari Mbak Tanti yang sangat menenangkan hati saya, “Jelek menurut kita, belum tentuk jelek menurut orang lain. Bisa jadi itu style khas kita.”

Kalimat yang menghibur hati ibu-ibu yang merasa belum fasih menggambar, tapi punya ketertarikan besar pada gaya seni yang santai dan unik seperti doodle. Intinya tidak ada aturan baku, yang paling penting adalah berani mencoba dan mengekspresikan diri.

Doodle Pelengkap Karya Tulis yang Menarik

Selain merupakan bagian dari seni rupa, doodle juga bisa dijadikan pemanis dan pelengkap karya tulis atau karya lainnya. Bentuknya yang santai, berwarna, dan lucu-lucu sangat cocok untuk menyampaikan pesan atau menguatkan isi tulisan dengan cara yang lebih ringan dan menyenangkan.

Kemarin saya langsung mencoba praktekkan memasukkan beberapa gambar doodle di postingan foto untuk tulisan blog. Hasilnya bikin tampilan foto makin menarik dan segar.

Rasanya puas banget bisa membuat konten yang lebih berwarna dan beda dari biasanya, hanya bermodalkan keahlian baru yang didapat dari kelas ini. Ternyata, sentuhan kecil lewat doodle bisa mengubah tampilan tulisan menjadi jauh lebih menarik berkat bantuan fitur-fitur di Canva yang mudah digunakan.

Lebih dari Sekadar Hobi: Nge-Doodle jadi Sumber Rezeki

Hal yang paling membuka wawasan saya adalah saat Mbak Tanti berbagi kisah perjalanan karirnya. Dia menceritakan bagaimana awalnya dia terjun serius ke dunia bisnis doodle. Bermula saat masa pandemi COVID-19 melanda dan kondisi ekonomi menjadi sulit diprediksi. Daripada hanya diam dan memusingkan keadaan, Mbak Tanti memilih bergerak melakukan hal positif, membuat stiker doodle dan menjualnya di marketplace.

Siapa sangka, hasilnya melampaui dugaan. Peminatnya ternyata banyak sekali, terutama mereka yang hobi jurnaling. Stiker doodle sangat dicari untuk melengkapi tulisan dan catatan di buku jurnal. Selain membuat tampilan catatan jadi lebih indah dan rapi, menempel stiker doodle juga bisa mengangkat suasana hati jadi lebih baik.

Cerita ini membuka mata saya. Ternyata, keterampilan yang kita anggap sekadar hobi atau iseng aja, bisa berubah menjadi peluang usaha dan sumber penghasilan.

Asalkan kita mau belajar dan mengembangkannya dengan serius.

IRT Eks-Corporate Tetap Rutin Upgrade Skill

In this economy ada baiknya kita nggak terlalu banyak habiskan waktu untuk mengkhawatirkan hal-hal yang berada di luar kendali kita.

Daripada capek mikirin kondisi yang belum terjadi, lebih baik fokusin energi positif yang kita punya untuk upgrade skill.

Bisa coba belajar bahasa asing, mengasah kemampuan menulis. Kreativitas, menguasai keterampilan digital, menjahit, atau apa saja asalkan sesuai dengan minat kita.

Bagi saya saat ini, upgrade skill itu cara paling ampuh mengusir kejenuhan. Belajar hal baru membuat otak tetap aktif, mengasah daya ingat, melatih cara berpikir, dan menumbuhkan kembali kreativitas yang sempat vakum.

Prinsip saya sih kalau ada kelas yang menarik, sesuai kebutuhan, harganya terjangkau, ilmunya terpakai, dan pengajarnya terpercaya, langsung saja daftar.

Daripada uang jajan atau hasil kerja sampingan habis hanya untuk nongkrong, lebih baik sisihkan untuk “mengisi ulang bekal” diri sendiri.

Insight Penutup: Menjadi Versi Terbaik Diri

Pengalaman mengikuti kelas nge-doodle di Canva ini menjadi bukti nyata, kalau menjadi IRT bukan berarti berhenti berkembang. Latar belakang saya sebagai mantan pekerja kantoran mengajarkan saya untuk selalu terus berusaha, dan kebiasaan itulah yang kini saya terapkan.

Dari yang tidak bisa menggambar sama sekali, sampai akhirnya bisa membuat karya doodle sendiri. Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Meskipun sudah berusia 40++ tidak ada alasan untuk berhenti berusaha menjadi versi diri yang lebih baik.

Thanks ya Komunitas Nganva, semoga kelas-kelasnya makin asik dan jadi teman para IRT untuk upgrade soft skill.

1 thought on “IRT Eks-Corporate Upgrade Skill Nge-Doodle dengan Canva”

  1. MENJADI VERSI TERBAIK DIRI. Akur banget dengan pendapat ini. Selalu cari kegiatan positif, menambah ilmu pengetahuan dari berbagai sumber dan pusat keahlian, serta konsisten mengisi hari dengan hal-hal yang bermanfaat. Salah satunya adalah mengikuti kelas doodle ini. Aku jadi penasaran deh Ga, pengen bikin element sendiri terus dipajang di Canva. Lewat doodle yang lucu-lucu yang bentuknya unik-unik.

    Next pengen menggali CANVA AI dan bikin video lewat aplikasi ini.

    Semangat!!

    Reply

Leave a Comment

Index