Jurnal Mega

Blog Tentang Keseharian seorang jurnalis

Film ‘Inang’ Besutan Sineas Negeri Melaju ke Bucheon International Fantastic Film Festival

Film ‘Inang’ Besutan Sineas Negeri Melaju ke Bucheon International Fantastic Film Festival

jurnalmega.com, Rasa ingin tahu saya berhasil terpantik saat mendengar segala hal tentang budaya. Terlebih jika dinarasikan apik ke dalam sebuah tontonan dengan balutan magisnya mitos wilayah setempat. Pastinya saya makin dibuat penasaran.

Seperti ketika membaca kilasan film “Inang”, bayangan tentang scene langsung berkelebat di pikiran yang turut mengundang kengerian tersendiri dan keinginan menelisiknya lebih dalam.

Film Inang_IDN Pictures

Film “Inang” menjalani dua kali world premiere di Negeri Ginseng Korea Selatan pekan lalu. Hasil karya dari IDN Pictures itu mendapat kesempatan ikuti sesi kompetisi level internasional, Bucheon Choice Awards di Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN). Brikutnya akan bersaing dengan film-film dari Negara Spanyol, Jepang, Australia, Denmark, dan beberapa Negara lainnya.

Sebuah film garapan sineas Indonesia, Fajar Nugros ini merupakan film horor pertama baginya. Latar budaya Jawa disuguhkan dengan mengetengahkan sisi magis dari ritual yang masih dilakoni dan dipercayai golongan tertentu. Rabu Wekasan atau Rebo Wekasan begitu mereka menamainya.

Ritual Rabu Wekasan (Rebo Wekasan)

Konon katanya, anak yang lahir di hari Rabu Wekasan harus diruwat untuk membuang keburukannya. Rabu Wekasan atau Rebo Wekasan merupakan budaya Jawa yang diyakini akan menggugang khasanah pikiran penonton. Salah satu ritual yang ternyata lebih rumit lebih dari sekadar zodiak.

Film Inang (The Womb), menggambarkan perjuangan seorang perempuan bernama Wulan seorang karyawan supermarket. Dia yang dicampakkan begitu saja oleh kekasihnya dalam keadaan hamil. Payah daya upaya Wulan yang kala itu harus menjaga kandungannya seorang diri.

Baca Juga  Top Gun Maverick; Tentang Arti Persahabatan, Melepaskan, dan Sebuah Keyakinan

Dalam kepelikan kondisi, dia bertemu dengan keluarga Santoso. Mereka pun menyanggupi untuk mengadopsi anak dalam kandungan itu nantinya. Kepolosan Wulan membuatnya tak menyadari niat tak baik dari keluarga itu. Seiring berjalannya waktu, Wulan melihat begitu banyak ritual aneh dilakukan oleh keluarga Santoso. Salah satunya ritual ruwat yang konon bertujuan membuang kesialan yang di bawa si jabang bayi.

Di situlah letak puncak keseruan film ini, di mana Naysilla Mirdad yang berperan sebagai Wulan berupaya melawan kekuatan jahat yang ingin mengambil alih kehidupan bayinya. Ini pun film horor pertama bagi putri pasangan Jamal Mirdad dan Lydia Kandou itu.

Selain tak sabar melihat akting para pemain, film ini juga akan memberi pelajaran berharga seputar kehamilan perempuan juga hambatan yang mungkin dihadapinya. Para penikmat sineas akan memetik hikmah mendalam seputar perempuan, kasih sayang orangtua terhadap anaknya, dan sebuah realita budaya.

Mereka yang Berdaya di Balik Karya

Tim Hebat di Balik ‘Inang’

Mengutip sebuah buku yang baru saja saya baca menyebut bahwa hadirnya sebuah karya adalah hasil kerja kolektif. Seperti halnya perjalanan membuat sebuah film tentu diperlukan tim yang solid dan utuh.

Mulai dari proses panjang sebuah riset tentang latar budaya yang akan diangkat, kompleksitas tugas sutradara, penulisan skenario, pemilihan para pemain, kerja tim musik, tim perlengkapan (make up, kostum, dll), kru pendukung, sampai ke tahapan mereka yang memproduksi dan mengenalkan ke ranah umum.

Hal serupa juga diamini seorang Fajar Nugros. Ini kali pertama bagi pria kelahiran Yogyakarta itu menyutradarai film “Inang” yang beraliran horror-thriller. Dia pun mengakui melewati proses pembuatan yang tak mudah dan perlu kerjasama dari banyak pihak.
Kerja keras dan dedikasi seluruh pihak yang terlibat berhasil membawa film ini pada sebuah kerberhasilan dan mendapat apresiasi dari BIFAN sebagai sebuah ajang film internasional.

“Tidak hanya bagi saya pribadi dan tim IDN Pictures, kami harap pencapaian ini kelak akan memberikan motivasi bagi sineas Indonesia untuk terus berani berkarya karena sejatinya kita mampu, kita siap untuk unjuk diri di mata dunia,” ujar Fajar menyemangati rekan sejawatnya.

Susanti Dewi selaku Head of IDN Pictures & Produser film ‘Inang’ berujar kalau film bernarasi budaya ini begitu dinantikan karena muatan kultur dan budaya Indonesia masih saja menimbulkan tanya dan memantik rasa penasaran.
“IDN Pictures membuktikan komitmennya dalam memberikan suguhan karya yang tidak hanya sekadar menghibur, tapi juga memberikan pengalaman dan pandangan hidup bagi siapa pun yang menyaksikannya. Kami bersyukur atas apresiasi dari BIFAN atas kesungguhan kami dalam menggarap film ini,” sambungnya.

Baca Juga  Yogini Pembawa Spirit Kartini

Ini merupakan film yang diproduksi IDN Pictures selama pandemi. Ada adu akting ibu dan anak, Naysilla Mirdad dan Lydia Kandou. Didukung bintang lainnya seperti Rukman Rosadi, Dimas Anggara, Rania Putrisari, Totos Rasiti, Pritt Timothy, Nungki Kusumastuti, Muzakki Ramdhan, David Nurbianto, dan Emil Kusumo.

Tentang BIFAN

Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) dengan motto “Stay Strange” berusaha menjadi sebuah festival film yang memberikan ruang tampil serta dukungan bagi hasil karya dan talenta berpontensi anti-mainstream.

BIFAN merupakan festival budaya yang digelar di kota satra kreatif UNESCO bernama Bucheon. Kali pertama diluncurkan tahun 1997. BIFAN telah memperkenalkan karya para ahli perfilman ternama seperti Peter Jackson, Christopher Nolam, Darren Aronofsky, Guillermo del Toro, Jang Joonhwan, dan Na Hongin.

Film Inang dan Horor Keliling

Hadirnya IDN Pictures di BIFAN tahun ini membawa dua proyek terpilih yaitu Inang (The Womb) untuk kompetisi utama Bucheon Choice Awards dan yang kedua Horor Keliling (Cursed Circus: Sweet Vengeance’s of A Tale Teller) untuk It Project Selection.
Dua proyek berlaga internasional yang diharapkan dapat menjadi awal dari rekognisi karya berkualitas besutan sineas Indonesia.

Diterima ‘di rumah’ sendiri, sukses dilirik pangsa pasar internasional.

Sekilas Tentang IDN Pictures & IDN Media

IDN Pictures

IDN Pictures adalah perusahaan film berbasis teknologi yang memiliki visi untuk membawa dampak positif dan pastinya menginspirasi. Sedangkan IDN Media merupakan media platform dengan Monthly Active Users (MAU) sebanyak lebih dari 80 juta. Hadirnya tak lain untuk Millenial dan Gen Z di Indonesia

Menanti Film “Inang’ di Bali

Menanti ‘Inang’ Tayang di Bali

Hmmmm gimana, rasa penasaranmu sudah terpanggil?
Kalau saya pribadi menjadikan film “Inang”besutan IDN Pictures ini sebagai wishlist tontonan.

Daya tarik budaya lokal, magisnya ritual Rebo Wekasan khas budaya Jawa, akting para pemain, jadi poin penting yang memperkuat faktor WHY (kenapa) harus nonton film ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Bersama IndiHome, Internet Jadi Kawan Bukan Lawan
Previous Post Bersama IndiHome, Internet Jadi Kawan Bukan Lawan
Sebuah Cerita dari Balik Layar Peliputan Live Hari Raya Galungan
Next Post Sebuah Cerita dari Balik Layar Peliputan Live Hari Raya Galungan